BLOG

Strategi Marketing Saat Beriklan di Billboard Times Square

Di bulan Maret 2021 lalu, beberapa brand Indonesia menjadi viral karena keberaniannya untuk menggunakan strategi marketing yang berbeda dari bisnis lokal lainnya. Gimana nggak viral Sobat, mereka berani pasang iklan di Times Square New York, loh. Times Square sendiri merupakan jantung kota New York dan terletak di salah satu persimpangan yang menghubungkan antara Broadway dan Seventh Avenue. Dengan adanya fakta bahwa ketenaran Times Square New York akan menambah banyak engagement baik dari dalam maupun luar negeri, tentunya perlu biaya yang nggak murah dan merogoh kocek lebih mahal untuk pasang iklan di sana yah, Sobat. 

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/24/083952820/ada-wajah-selebritas-indonesia-di-billboard-times-square-ini-sebabnya

Dikutip dari berbagai sumber, biaya pemasangan iklan di jantung ekonomi AS itu sangatlah bervariasi. Pemasangan iklan selama satu tahun dikenakan biaya antara 15,7 miliar hingga Rp57,11 miliar (kurs Rp14,279 per dolar). Meskipun begitu, banyak brand Indonesia yang juga pernah pasang iklan di Billboard Times Square, loh. Di antaranya Kriya Indonesia, Erigo, Soleram, BohoPanna, Sabine and Heem, Letter In Pine, Sideline dan Nona. Secara tarif pasang iklannya yang high price, so pasti pasang iklan di Billboard Times Square juga akan meningkatkan prestige dan brand awareness bisnismu. Hal ini akan membuat pangsa pasarmu lebih luas dan bisa go international. 

Nah, bagi kamu yang punya budget besar untuk pasang iklan di Billboard Times Square, kamu juga bisa meniru jejak brand-brand Indonesia tersebut. Namun apa yang brand Indonesia lakukan juga nggak menutup peluang bisnis kamu buat terkenal di dalam negeri kok, Sobat. Kamu juga bisa pasang iklan di billboard Indonesia di jalan raya atau salah satu spot keramaian ibukota. Secara psikologi, pasang iklan di billboard akan memberikan beberapa efek yang mendorong sebuah respon dalam pikiran seseorang. Ketika iklan mendapatkan atensi (perhatian) yang terjadi dalam diri seseorang, maka akan menimbulkan beberapa efek psikologis seperti efek kognitif, afektif dan konatif. 

Kognitif, Afektif, Konatif

Efek kognitif merupakan efek yang timbul dalam diri seseorang berupa persepsi atau kepercayaan. Sedangkan afektif merupakan efek yang akan berpengaruh terhadap perasaan atau emosi seseorang. Berbeda dengan keduanya, konatif merupakan efek yang timbul karena adanya stimulus terhadap suatu kejadian. Menurut Sigmund Freud seorang Ilmuwan Psikologi, konatif merupakan hasil dari kognitif dan afektif.

Dalam strategi marketing, hal ini termasuk kategori metode AIDA. Apa saja yang dimaksud dengan AIDA? 

  • Awareness: pada poin ini, cukup dengan menggunakan nama brand dan foto produk bisnis kita saja, orang bisa langsung tahu. Nah, iklan yang dipasang di billboard Times Square juga mengenalkan brand dan tagline bisnis mereka secara tidak langsung. 
  • Interest: untuk mencapai poin ini, maka billboard tersebut harus menjelaskan tentang product knowledgenya. Point of interest konsumen dapat ditarik dari hal ini. Iklan yang dipasang di billboard times square dapat menunjukkan dengan foto produk yang diperagakan oleh model. 
  • Desire: poin ini biasanya akan ditunjukkan dengan ikatan emosional yang dapat menarik konsumen saat melihatnya. Salah satu contoh saat Erigo meletakkan tagar #StopAsianHate pada iklan yang ada di billboard Times Square.   
  • Action: tentunya untuk poin ini, brand akan berhasil membuat konsumen untuk membeli produknya. 

Ternyata pasang iklan di billboard berpengaruh  juga yah, Sobat. Sudahkah kamu mencobanya? 

Hello!

Silahkan Login ke Akun Anda