BLOG

Pelajari 3 Strategi Re-Branding Facebook Menjadi Metaverse!

Fenomena re-branding sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan di Indonesia (contohnya: Tokobagus.com diganti menjadi OLX, MatahariMall.com diganti menjadi Matahari.com). Biasanya fenomena ini dilakukan dengan mengubah nama brand, desain logo brand, serta konsep dan tujuan bisnis dari setiap company agar dapat lebih maju dan berkembang. Pada Oktober lalu, Facebook juga mengumumkan re-brandingnya dengan mengubah nama induk perusahaannya menjadi Metaverse. 

Pada konferensi tahunan Connect 2021 yang diadakan 28 Oktober 2021 lalu, Mark Zuckerberg mengumumkan re-branding company induknya berubah nama menjadi Meta yang berasal dari kata Metaverse. Perubahan ini ditegaskan Mark hanya pada nama dan logo perusahaan induknya, sedangkan sub companynya seperti Facebook, Whatsapp, Instagram tetap memiliki nama yang sama. Metaverse berawal muncul pada sebuah novel karya Neal Stephenson yang berjudul Snow Crash. Metaverse pada novel tersebut menceritakan tentang dunia 3D avatar yang dapat berinteraksi dengan kehidupan nyata. Filosofi Metaverse ini juga sama dengan konsep re-branding yang diangkat Facebook pada nama brand baru company induknya yang bernama Meta. Metaverse diharapkan akan menjadi rumah bagi masa depan penggunanya. Metaverse akan mempertemukan dan mengembangkan konsep hybrid dan digital lebih luas hingga dapat memfasilitasi dan melayani aktivitas penggunanya. Metaverse juga yang akan mengenalkan bahwa dunia digital dapat melakukan aktivitas dunia nyata dan mempertemukanmu dengan banyak kesempatan dan peluang melalui koneksi yang terbangun di dalamnya. 

Menurut Laurent Muzellec, Professor di bidang Marketing menjelaskan bahwa re-branding dapat dilakukan melalui 4 dimensi yang terdiri dari Brand Repositioning, Brand Renaming, Brand Redesign dan Brand Relaunching. Mark Zuckerberg melakukan re-branding melalui keempat dimensi tersebut. Re-branding yang dilakukan Facebook juga akan membangun persepsi penggunanya dengan harapan besar untuk lebih baik pada perubahan yang dilakukan pada brandnya. 

Dengan adanya re-branding yang dilakukan Facebook, maka kita dapat mempelajari 3 strategi yang dapat diadaptasi juga pada bisnismu loh, Sobat. Apa saja? 

Konsep Baru dengan Re-Branding
  1. Menarik Perhatian dengan Citra Baru

Dengan melakukan re-branding, kamu juga dapat membuat pelangganmu menjadi lebih perhatian dan menarik hati mereka terhadap brand mu loh, Sobat. Datang dengan nama dan logo baru akan membuat company atau bisnismu terlihat lebih fresh dan akan ada banyak calon pembeli yang penasaran dengan perubahan pada bisnismu. 

  1. Mengingatkan Konsumen Terhadap Brand Itu Sendiri

Re-branding juga berfungsi untuk mengingatkan banyak orang terhadap brandmu. Re-branding dengan wajah baru pada bisnismu dapat menjadi media pengingat tentang keberadaan produk dan bisnismu.  

Membangun Persepsi dari Brand Baru
  1. Membangun Persepsi Dari Brand yang Baru 

Berhubungan dengan citra bisnismu, re-branding juga dapat membangun persepsi di balik brandmu yang baru. Citra yang terbangun pada benak konsumen dapat berpengaruh dengan adanya re-branding yang dilakukan pada bisnismu. 

Wah, ternyata re-branding juga termasuk strategi yang dapat digunakan pada bisnismu yah, Sobat. Pernahkah kamu ingin re-branding bisnismu? Coba pertimbangkan dengan strategi dari Storelogy berikut, yuk.

Hello!

Silahkan Login ke Akun Anda